Information and Communication Technologi Clinic

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), begitulah terjemahan dari INFORMATION and COMUNICATION TECHNOLOGI (ICT). Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah deretan tiga suku kata yang saat ini lagi akrab dibibir orang, khususnya di lingkungan pendidikan atau kelompok birokrasi, bahkan belakangan ini, juga termasuk golongan-golongan masyarakat tertentu.

Memahami Teknologi informasi dan komunikasi, tidak hanya menyandarkan pada pengertian tiga suku kata di atas. Tetapi lebih dari itu harus dipahami lebih dalam, mengapa tiga suku kata itu harus dipadu menyadi satu kalimat yang tidak dapat dipisahkan dalam pembelajaran TIK. Itu mengartikan, bahwa tiga kata dasar itu, masing-masing memiliki nilai kekuatan dan pengaruh tersendiri dalam peradaban kehidupan manusia.

Sebagai bukti yang logis dari kekuatan-kekuatan itu, yakni disadari atau tidak, bahwa aktivitas yang sedang berlangsung dilakukan manusia saat ini, pada hakikatnya adalah mengelola informasi yang diterima sebelumnya. Disadari atau tidak pula, bahwa keberadaan informasi itu sendiri lahir karena adanya komunikasi. Demikian pula terhadap komunikasi, itu dapat terjadi karena tidak lepas dari media (teknologi) sebagai alat pengantar maksud dan tujuan.

Beranjak dari pengertian-pengertian di atas, maka ICT atau TIK yang menjadi medan garapan ilmu pengetahuan dari ICT CLINIC di SDN 1 Tilote adalah; Teknologi Informasi dan Komunikasi, BUKAN “Informasi Komunikasi dan Teknologi“. Hal ini cukup beralasan, karena informasi komunikasi dan teknologi, pengertiannya adalah informasi tentang komunikasi dan informasi tentang teknologi. Dengan demikian informasi komunikasi dan teknologi, hanyalah terbatas pada pengetahuan saja, dan bukan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sifat dari informasi komunikasi dan teknologi, mudah ditemui atau diperoleh, hanya dengan cukup nonton televisi, dengar radio, maupun baca koran saja.

Sedangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah identik dengan ilmu pengetahuan. Yaitu teknologi tentang informasi dan teknologi tentang komunikasi. Karena itu pula, teknologi informasi dan komunikasi tidak terbatas pada pengetahuan saja, tetapi justru berada pada level garapan sebuah studi “ilmu pengetahuan”. Dengan sendirinya, untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi, tidak semudah kita nonton televisi, dengar radio, ataupun baca koran. Melainkan diperoleh hanya melalui teori dan praktek pendidikan tertentu saja.

Pada unsur kata Teknologi, Informasi, Komunikasi inilah, mengapa ICT Clinic harus dihadirkan ditengah-tengah para anak didik sekolah yang ada di SDN 1 Tilote. Dengan TIK ini, para anak didik akan diarahkan pada pengenalan, penguasaan, dan pembentukan peradaban teknologi yang berbudaya.

Pengenalan, penguasaan, dan pembentukan peradaban teknologi pada tingkat anak didik ini, dimaksudkan karena alasan dinamika dunia pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu, untuk menuju pada suatu jenjang peradaban dunia pendidikan dan kehidupan yang lebih baik, ICT Clinic khususnya di SDN 1 Tilote telah memiliki “TAKTIK”. Artinya; Tidak Ada Kehidupan yang baik (peradaban), tanpa menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Muhajirin AHM

Rabu, 22 April 2009

ICT DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Oleh : BAYU FITRIANTO AGUSTA

Pembaruan dalam bidang pendidikan memerlukan keberanian untuk mencari metode dan membangun paradigma baru. Fenomena yang selalu terjadi dalam dunia pendidikan di era global ialah selalu tertinggalnya perkembangan dunia pendidikan itu sendiri jika dibandingkan dengan perkembangan teknologi, informasi, dan dunia bisnis yang mengiringinya

(Prof. Suyanto, Ph.D)

I. Konsep/konstruk

Sekolah merupakan sebuah institusi dengan salah satu tugas yang diembannya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan yang bermutu dan berdaya guna. Dalam prosesnya, sekolah membutuhkan sumber informasi yang mutakhir dan selalu terkini. Pengembangan implementasi teknologi informasi dan komunikasi di sekolah merupakan upaya yang sudah seharusnya dilakukan.

Komunikasi di sekolah harus terbangun atas dua sisi, komunikasi internal yang utamanya adalah komunikasi antara : siswa-siswa, siswa-sumber belajar, siswa-guru, siswa-kepala sekolah, guru-guru, guru-sumber belajar, dan guru-kepala sekolah. Sedangkan komunikasi eksternal diantaranya adalah komunikasi antara : siswa-masyarakat, guru-masyarakat, kepala sekolah-masyarakat. Orang tua adalah bagian dari masyarakat.

ICT-Information Communication Technology hanyalah sebagai salah satu bagian dari sistem informasi. ICT hanyalah sebagai landasan infrastruktur teknologi yang meliputi hardware, software dan jaringan komunikasi untuk mengambil, mengumpulkan, memproses, dan memberikan output berbentuk content digital. Lebih lanjutnya informasi tersebut didesiminasikan melalui jaringan transmisi data dengan menggunakan berbagai macam jenis peralatan komunikasi (jaringan komputer) baik untuk kebutuhan internal (Intranet) maupun untuk kebutuhan publikasi umum (Internet).

Menerapkan sistem informasi selain membutuhkan dukungan ICT tentunya juga membutuhkan Isi (Content), Prosedur (Procedure), dan Peranan SDM (Role) yang semuanya akan menuju satu kesatuan dari kebutuhan yang diharapkan intitusi. Tanpa adanya proses informasi yang efektif maka institusi tersebut akan tidak dapat mengendalikan lingkungan sekitarnya.

Sistem informasi merupakan seluruh kesatuan proses mulai dari operator sampai dengan manajemen puncak, mulai dari teknis pengelolaan ICT yang kita kenal dengan Transaction Processing System (TPS), Decission Support System (DSS), Management Information System(MIS), sampai dengan Executive Support System (ESS).

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita sedang sudah memasuki masa dimana teknologi informasi menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dewasa ini informasi merupakan “komoditas primer” yang dibutuhkan orang, seiring dengan semakin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi, sehingga lazim dikatakan peradaban pada masa ini merupakan peradaban masyarakat informasi. Menurut Ziauddin Sardar, informasi bukan hanya kebutuhan, melainkan juga dapat menjadi sumber kekuatan. Teknologi informasi dapat menjadi alat terpenting untuk manipulasi dan alat kendali. Ternyata memang, telah menjadi pendapat umum siapa yang menguasai informasi dialah penguasa masa depan. Bahwa kekuatan baru masyarakat bukanlah uang di tangan segelintir orang melainkan informasi ditangan banyak orang (The newsourceof power is not money in the hand of a few, but information in the hand of many). Wujud dari teknologi informasi yang banyak digunakan oleh manusia saat ini diantaranya adalah komputer dan perangkat lainnya seperti internet, jaringan, wireless, hardware dan software. Secara umum komputer dan internet berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dan alat pengolahan informasi. Sebagai alat komunikasi internet menjadikan dunia tiada batas (borderless) manusia di belahan dunia manapun dapat berkomunikasi dengan mudah dan cepat, misalnya dengan chating dan mail. Bahkan komunikasi langsung tatap muka dengan dunia yang berbedapun sekarang bukan sesuatu yang aneh, misalnya dengan menggunakan video conference. Dengan teknologi komputer informasi menjadi sedemikian mudah untuk diperoleh, enak untuk digunakan, mudah diproses dan lebih efisien. Mengolah dokumen yang banyak menjadi mudah dengan proses scaning, word processing hinggan pencetakan (printing). Itulah teknnologi informasi khususnya komputer yang meski jadi bagian penting dalam kehidupan kita, termasuk untuk pengembangan sekolah.
Sebagai sebuah lembaga pendidikan, tentu saja sekolah harus memicu diri menjadi lembaga yang melek terhadap penggunaan teknologi. Teknologi tidak dipandang dari sudut pandang negatifnya namun sisi positif teknologi informasi jauh lebih banyak, terutama kepentingannya sebagai media pendidikan. Sebagai sarana pendidikan, komputer harus menjadi bagian untuk mempercepat perolehan pengetahuan dan keterampilan bagi siswa. Seorang siswa yang akan mencari bahan mata pelajarannya cukup dengan mengakses internet, ribuan bahan tersedia di sana.Banyak lagi manfaat komputer yang lainnya, misalnya untuk mengolah data lembaga, murid, guru, sistem informasi lembaga dan lain-lain.

Pendidikan terus berupaya menyesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan global, tak terkecuali pola pendidikan bagi guru. Penggunaan ICT dalam pendidikan dapat dijadikan sebagai alternatif untuk penyelenggaraan pendidikan bagi para calon guru dan para guru profesional. Terdapat beberapa model pembelajaran guru di beberapa negara dengan sistem pendidikan terbuka dengan pembelajaran jarak jauh misalnya : penggunaan Tvplus jurnalistik di Brazil, Pemanfaatan Radio interaktif di Afrika Selatan, Pengembangan kepala sekolah di Burkino Faso Afrika dan penggunaan ICT di Cili. Model yang banyak digunakan oleh beberapa negara adalah dengan pemanfaatan ICT terutama dengan sistem e-learning. Hal tersebut diperkuat dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.107/U/2001 (2 Juli 2001) tentang ‘Penyelenggaraan Program Pendidikan Tinggi Jarak Jauh’, maka perguruan tinggi tertentu yang mempunyai kapasitas menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh menggunakan e-learning, juga telah diijinkan menyelenggarakannya. Lembaga lembaga pendidikan non-formal seperti kursus-kursus, juga telah memanfaatkan keunggulan e-learning ini untuk program-programnya termasuk program pendidikan guru sedianya dilakukan analisis secara mendalam kemungkinan untuk diterapkan dalam pendidikan jarak jauh dengan menerapkan ICT.

Menurut hasil meta survey yang dilakukan oleh UNESCO, tahun 2004, kebanyakan negara-negara di Asia Tenggara belum memiliki kebijakan khusus tentang ICT untuk pendidikan. Berbeda dengan negara lain di Asia seperti Singapura, Korea, Jepang dan lain-lain. Mengingat permasalahan tersebut, UNESCO tahun 2004 melakukan suatu analisis kebutuhan (needs assessment) tentang hal tersebut.

Indonesia, adalah salah satu negara yang sampai saat ini belum memiliki kebijakan khusus tentang ICT dalam pendidikan. Walaupun memang telah ada Permendiknas No 38 tahun 2008 tentang Pengelolaan TIK di lingkungan Depdiknas. Implementasi dari Permen tersebut sebaiknya mengacu juga pada hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan oleh UNESCO tersebut.

Kebutuhan akan multimedia Interaktif semakin dirasakan, mengingat kondisi perkembangan Teknologi Informasi (IT) semakin berkembang pesat. Dalam dunia pendidikan misalnya siswa mulai dari pra-sekolah, SD, SMP dan SMU/SMK dituntut untuk mengenal TI sejak dini. Kebutuhan ini tidak hanya sebagai wacana tetapi dilegalisasi melalui terbitnya Kurikulum 2004 yang memasukkan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah, lebih khusus lagi SMK TI secara spesifik mempelajari TI sebagai suatu keahlian produktif. Untuk menunjang masuknya TI di sekolah, pemerintah secara bertahap membantu sekolah-sekolah dengan memberikan perangkat hardawre komputer sebagai alat praktek dan ditunjang dengan diberikannya BOM (Bantuan Operasional Manajemen) yang salah satunya harus dibelanjakan untuk membeli software komputer untuk menunjang pembelajaran TI dan penguasaan materi pelajaran umum dengan bantuan TI. Dengan demikian jelas bahwa kebutuhan bahan pembelajaran berbasis ICT sebagai alat untuk membantu siswa menguasai TI dan materi pelajaran umum lainnya dengan lebih cepat, menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar, menjadi kebutuhan yang mendesak untuk tercapainya kualitas pembelajaran yang diharapkan.

Atas dasar pentingnya bahan pembelajaran berbasis ICT yang dirancang oleh guru bagi peningkatan kualitas pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan untuk kepentingan publikasi komunikasi dan informasi lembaga, maka sudah menjadi kebutuhan yang mendesak untuk adanya peningkatan kemampuan para pelaku pendidikan/ pelatihan terutama guru untuk memiliki kemampuan dalam merancang multimedia interaktif untuk mengemas berbagai materi-materi pelajaran. Dengan demikian diperlukan adanya kegiatan Pelatihan Pembuatan Multimedia Interaktif berbasis Komputer .

Jenis Kegiatan Pengembangan

Guru memiliki keterbatasan dalam mengajar siswa, walaupun masih banyak hal-hal positif juga yang dapat diperoleh darinya. Di Amerika Serikat, istilah “guru” sering diidentikkan sebagai orang yang memiliki kecakapan di bidangnya, misal kecakapan spiritual, kecanggihan teknologi dan lain-lain. Beberapa keterbatasan itu, di antaranya interaksi yang terbatas karena umumnya kelas diisi banyak siswa.

pendidikan yang baik berhubungan dengan penumbuhan karakter yang mengajarkan nilai-nilai positif bagi siswa. Tetapi yang terjadi selama ini, proses belajar mengajar (PBM) tersebut berlangsung satu arah saja, dari guru kepada murid sehingga yang tercipta adalah ketaatan, PBM dianggap berhasil jika para siswa taat kepada gurunya, padahal disisi lain siswa dituntut untuk memiliki kreativitas dan sikap kritis yang hanya bisa tumbuh melalui pembebasan. Terkait pembebasan penuh terhadap siswa, bahwa banyak juga pihak yang tidak setuju karena keberadaan guru yang mengajarkan nilai-nilai terhadap siswanya masih dirasa penting guna membentuk pribadi yang bertanggungjawab, yang mampu membetulkan hal yang salah melalui pegangan nilai yang dimilikinya. Terdapat beberapa jenis kegiatan pengembangan kompetensi guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK dalam penguasaan ICT untuk diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, yakni:

  1. Pelatihan Pembuatan Desain Presentasi Multimedia yang meliputi desain pesan dan penguasaan tool multimedia projector.
  2. Pelatihan Pembuatan CD interaktif berbagai Mata Pelajaran
  3. Pelatihan Internet Dasar dan Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Effektif.
  4. Pelatihan Pembuatan Web Blog (Company web dan Personal Web)
  5. Pelatihan Pembuatan Desain web untuk E-Learning dan Learning Management System (LMS)

Tujuan Kegiatan Pengembangan

ICT sebagai penggunaan berbagai media yang berbasis komputer, baik dengan jaringan (networking) maupun tanpa jaringan (stand alone) yang mendukung kepada peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran di sekolah.

  1. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan CD interaktif berbagai Mata Pelajaran yang dikuasainya untuk digunakan dalam PBM.
  2. Para Guru memiliki kompetensi dalam penguasaan Internet Dasar dan Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Effektif.
  3. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan Web Blog (Company web dan Personal Web)
  4. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan Desain web untuk E-Learning dan Learning Management System (LMS)

Materi Pelatihan

Pelatihan Pembuatan Desain Presentasi Multimedia yang meliputi desain pesan dan penguasaan tool multimedia projector.

  1. Power Point 2003/2007 Basic dan enrichment.
  2. Power Point to Flash (Mengubah file power point menjadi File format SWF) , Articulate Presenter.
  3. Teknik Penggunaan (use) dan pemeliharaan (maintenance) Multimedia Projector (all brand all type)
  4. Prinsip-prinsip desain presentasi sesuai dengan kaidah komunikasi visual Teknologi Pembelajaran.

Pelatihan Pembuatan CD interaktif berbagai Mata Pelajaran

  1. Konsep dasar Multimedia Interaktif (Computer Based instruction)
  2. Teknik pembuatan flowchart dan storyboard
  3. Desain Grafis untuk multimedia interaktif
  4. Programing dengan Macromedia Flash dan Macromedia Director
  5. Animasi dengan Swish Max dan 3D Cool

Pelatihan Internet Dasar dan Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Effektif.

  1. Sejarah internet
  2. Trik Browsing untuk pencarian bahan pembelajaran yang efektif
  3. Mendaftar dan memelihara email
  4. Chatting, Milling List dan News grop
  5. Teknik Download text, ound, animasi dan Video

Pelatihan Pembuatan Web Blog (Company web dan Personal Web)

  1. Konsep, Fungsi dan Manfaat Web Blog
  2. Mendaftar dan mengelola Web Blog
  3. Trik Customis dan Desain Tamplate Web Blog
  4. Managemet web blog sebagai bahan pembelajaran yang efektif

Pelatihan Pembuatan Desain web untuk E-Learning dan Learning Management System (LMS)

  1. Konsep, Prinsip dan Prosedur e-learning
  2. Perancangan naskah untuk e-learning
  3. Desain web dengan Adobe Dreamwever atau Microsoft Front Page
  4. Data Base Management System dengan MySQL
  5. Pemanfaatan e-learning menggunakan Software Open Sources (Moodle, Zoomla, E-Tutor, etc.)

Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Cetak (Printed Material ) berbasis Komputer

  1. Konsep, Prinsip dan Prosedur pembuatan Bahan Ajar cetak Berbasis ICT
  2. Teknik pembuatan brosur, liflet, banner, poster, komik, dll.
  3. Pengolahan Objek Gambar dengan Adobe Photoshop CS
  4. Pembuatan bahan ajar berbasis vektor dengan Corel Draw untuk : mengatur layout, membuat logo.
Output
  1. Dihasilkannya produk media presentasi hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain.
  2. Dihasilkannya naskah-naskah CD Interaktif hasil buatan guru yang dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk CD Interaktif.
  3. Dihasilkannya produk CD Interaktif yang inovatif, kreatif, edukatif dan menyenangkan hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain.
  4. Dihasilkannya produk media dan sumber belajar yang diambil dari internet hasil pencarian guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain. Bahan –bahan tersebut berupa : (1) Jurnal dan artikel pendidikan, (2) Hasil-hasil penelitian khususnya PTK, (3) Video pembelajaran, (4) Buku-buku yang bermanfaat dalam bentuk e-book, (5) Foto-foto sebagai bahan pembelajaran serta (6) Animasi bahan pembelajaran dalam bentuk SWF.
  5. Dihasilkannya Web Blog Guru untuk profil pribadi, sekolah mauPun bahan pembelajaran, web e-learning hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain, untuk dimanfaatkan oleh siswa.
  6. Dihasilkannya produk bahan ajar cetak hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain, berupa : buku, poster, banner, grafik, diagram, dll.

III. Dimensi

Pegembangan ICT disekolah berorientasi kepada pelayanan terhadap pengguna jasa (customer) yaitu siswa dan masyarakat. Dimensi yang dibangun adalah keterhubungan berbagai sumber informasi komunikasi yang berujung kepada penyelengaraan pembelajaran yang bermutu dan bernilai guna tinggi. Baik antar komponen di dalam sekolah sekolah maupun dengan luar sekolah (stake holder).

IV. Indikator Keberhasilan

Melalui pengembangan ICT di sekolah, diharapkan akan mampu :

  • Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan ICT untuk menunjang profesionalitas kinerjanya
  • Memotivasi guru agar selalu memperbaharui informasi dan pengetahuan untuk menunjang tugasnya
  • Memberikan pelayanan terbaik dalam proses pembelajaran di sekolah
  • Meningkatkan komunikasi dan informasi terkini bagi guru dan siswa
  • Meningkatkan motivasi belajar siswa
  • Meningkatkan kebermaknaan belajar siswa
  • Meningkatkan mutu proses pembelajaran
  • Meningkatkan hasil proses pembelajaran siswa

Peran ICT

Dalam PBM, selain mengajarkan nilai, guru juga mengajarkan data dan informasi. Di sinilah peran teknologi khususnya information and communication technology (ICT) dibutuhkan.

Selama ini PBM terkendala karena jumlah siswa yang mengikuti kelas mencapai puluhan. Hal ini menjadikan PBM tidak optimal, karena data dan informasi yang tersampaikan kepada siswa tidak maksimal. Dalam hal ini, beberapa kasus patut diperhatikan. adalah adanya beberapa siswa yang lambat. Siswa yang lambat bukan berarti ia bodoh, bisa saja ia cerdas tetapi hanya sedikit lambat dalam menerima pengarahan, Di sinilah komputer memahami anak-anak yang lambat dalam belajar, karena gaya belajar hanyalah permasalahan teknis, Dengan menambahkan infrastruktur berupa personal computer (PC)/komputer, siswa akan mampu mengaktifkan semua indera dan sensitifitasnya melalui melihat, mendengar, dan membaca.

OLPC

One Laptop Per Child (OLPC) project. OLPC ini,dikenalkan pertama kali oleh Prof. Nicholas Negroponte di Kota Boston, Amerika Serikat. Melalui program OLPC ini, anak-anak berkesempatan untuk mengakses data dan informasi secara langsung dan mandiri. Melalui yayasannya, yaitu Yayasan OLPC, Prof. Negroponte hanya memberikan harga 220 US dollar setiap pembelian lebih dari 10000 laptop. Harga ini, dijelaskannya lebih murah dibandingkan 1 keping CD original Microsoft yang mencapai 500-800 US Dollar. Di seluruh dunia OLPC telah dimanfaatkan di Amerika Selatan terutama Uruguay yang telah memesan 300.000 laptop dan Peru yang telah memesan 100.000 laptop. Di Uruguay, OLPC dimanfaatkan oleh anak sekolah dasar mulai kelas I-VI. Beberapa keunggulan OLPC, di antaranya tahan banting dan air karena dilapisi karet, menggunakan prosesor 433 Mhz AMD Geode, dynamic RAM 256 MB, 1 GB SLC NAND flashmemory on board dengan operating system “skinny” Fedora dari Linux.

Software Bajakan

Dengan memanfaatkan free open source software (FOSS) dalam hal ini Linux, diharapkan dapat mengurangi angka pembajakan, khususnya di Indonesia. Banyak alasan baik untuk menjustifikasi pembajakan, tetapi hanya satu dasar alasannya yaitu malas mempelajari sesuatu yang lain,Masyarakat Amerika merasa telah banyak memberikan keuntungan kepada Bill Gates, pemilik Microsoft, karena ketergantungannya kepada salah satu lisensi OS terkemukanya, Windows. Mereka enggan memakai software bajakan hanya karena gengsi disebut pencuri, Jika di Indonesia banyak yang menggunakan bajakan, mungkin karena memang tidak malu disebut pencuri, tambahnya. Informasi mengenai OLPC dapat diperoleh di http://wiki.laptop.org.

Setelah berbagai upaya telah dilakukan tetapai hassilnya belum terlalu optimal, hal tersebut terjadi karena konsistensi guru dan karyawan tidak cukup kuat untuk optimalisasi ICT, kebiasaan mengajar dan bekerja tidak secara sistematis membuat konsistensi jadi sulit dicapai. Guru dan karyawan terbiasa bekerja dengan cara yang sama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun lamanya. Sementara kemampuan untuk melakukan inovasi sedikit dimiliki oleh guru dan karyawan karena terbiasa berseragam dalam bekerja.Kemampuan menulis dan membaca juga jadi kendala yang sulit diatasi karena kebiasaan lebih banyak berbicara dalam bekerja, sehingga upaya peningkatan kemampuan menulis dan membaca harus terus ditingkatkan.

pemanfaatan ICT ternyata berdampak terhadap perubahan budaya kerja, sehingga prosesnya harus dilakukan secara berkesinambungan. Guru dan karyawan yang merespon positif, dengan indikasi mau belajar, berlatih meningkatkan kemampuan dalam bidang ICT harus terus didorong lebih optimal dengan memberi tantangan dan pekerjaan yang berdampak pada lingkungan.Transaksi tugas dan pembelajaran harus didorong menggunakan ICT sehingga mau tidak mau semua warga sekolah dapat harus bersentuhan dengan ICT.

Sumber :

http://dedidwitagama.wordpress.com

http://prasetya.brawijaya.ac.id/jul08.html#yamandu

  • Blogor Bambang Aryan 21 April
  • Cepi Riyana, S.Pd., M.Pd. cheppy@upi.edu
http://syopian.net/blog/?p=861

Juklis Pemanfaatan TIK Untuk Pembelajaran

Petunjuk ini berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan Pelatihan Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran bagi guru. Materi pelatihan Pemanfaatan ICT untuk dikembangkan dalam format modul yang sudah rinci apa, kapan, dan bagaimana suatu materi disampaikan kepada peserta. Dalam pelaksanaannya waktu dan jadwalnya sangatlah fleksibel tergantung pada Trainer dan kondisi para peserta. Namun untuk menjaga dan menjamin kualitas pelatihan agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan disusunlah petunjuk ini. Petunjuk ini berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan teknis pelatihan yang akan dilaksanakan oleh Senior Trainer dan Master Trainer.

Adapun materi dan alokasi waktu pelatihan adalah sebagai berikut:

No

TOPIK

WAKTU

1

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan

2 jam

2

Pengenalan Jaringan dan Jardiknas

4 jam

3

Pemanfaatan TVe dalam Pembelajaran

4 jam

4

Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran

6 jam

5

Pemanfaatan Multi Media dalam Pembelajaran

4 jam

6

Pemanfaatan Edukasi Net

6 jam

7

Pemanfaatan Audio dalam Pembelajaran

2 jam

8

Pembuatan Media Presentasi

6 jam

9

Strategi Pembelajaran Berbasis TIK

2 jam

10

Pengembangan Rencana Pembelajaran Berbasis TIK

4 jam


Jumlah

40 jam

STRATEGI PEMBELAJARAN

1. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan ( 2 x 45 menit )

Modul ini akan membahas potensi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan. Yang berfokus pada penyamaan persepsi tentang TIK, pemberian wawasan serta motivasi pendayagunaan TIK dalam pembelajaran. Modul ini dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih 2 x 45 menit..

¯ Sebagai pembuka sampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai setelah mempelajari modul selama 2 menit

¯ Lanjutkan dengan menyampaikan apa dan bagaimana tantangan pendidikan era informasi dan perubahan paradigma dalam pembelajaran selama 3 menit

¯ Jelaskan pengertian TIK, elemen-elemen TIK, potensi TIK dalam pendidikan, konsep dasar pemanfaatan TIK, serta contoh-contoh pemanfaatan TIK dalam pembelajaran selama 40 menit.

Ingat : Selama menyampaikan materi beri kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas dar penjelasan Anda

¯ Jika selama Anda menjelaskan materi tidak ada pertanyaan, bukalah kesempatan diskusi selama 25 menit. Beri kesempatan kepada peserta untuk bertanya atau Anda memberi pertanyaan untuk disikusikan.

Usahakan agar seluruh peserta aktif memberikan masukan, menceritakan pengalaman dan pengetahuannya tentang materi yang sedang dibahas. Anda lebih banyak bertindak sebagai fasilitator

Aktivitas belajar diupayakan melibatkan peserta secara intens.. Hargai setiap pendapat yang disampaikan oleh peserta

¯ Setelah selesai diskusi lanjutkanlah dengan pemberian simpulan selama 10 menit. Simpulkan setiap subtopik sehingga menjadi kesepakatan bersama.

¯ Lanjutkanlah dengan memberi evaluasi singkat dengan membagikan lembar kerja yang sudah dipersiapkan sebelumnya, Evaluasi dilaksanakan selama 10 menit termasuk mengoreksi secara cepat (Quick)


2. Pengenalan Jaringan dan Jardiknas ( 4 x 45 menit )

¯ Sampaikanlah materi tentang sejarah jaringan komputer selama 5 menit

¯ Lanjutkan dengan dengan menjelaskan prinsip komunikasi data selama 10 menit.

¯ Selanjutnya mintalah peserta untuk mengerjakan latihan yang ada dan berdiskusi tentang kedua topik tersebut selama 15 menit. Seluruh materi untuk menyelesaikan latihan dan diskusi ini dapat Anda pelajari dari tiap sub yang ada.

¯ Sampaikan selama 25 menit materi tentang, Jenis-jenis Jaringan Komputer, Perbedaan LAN dan WAN, dan Jenis-Jenis Media Transmisi.

¯ Setelah itu selama 15 menit berikanlah kesempatan kepada peserta mengerjakan latihan dan diskusi. Anda dapat menggambarkan desain topologi jaringan (star) dengan aturan batasan tertentu. Untuk menggambarkannya, Sudara dapat menggunakan program pengolah gambar yang khusus untuk mendesain topologi jaringan seperti Microsoft Viso atau memanfaatkan program pengolah kata seperti Microsoft Word.

¯ Selanjutnya, Jelaskanlah selama 30 menit materi tentang perancangan jaringan komputer, yang meliputi komunikasi dengan kabel dan nir kabel, menggambar antar muka dengan saluran telekomunikasi dan komunikasi data antar komputer dalam LAN

Setelah Anda menjelaskan materi tersebut, mintalah peserta mengerjakan latihan dan diskusi selama 25 menit.

Agar peserta dapat menyelesaikan latihan dan diskusi pada Kegiatan Belajar 3 ini, peralatan yang harus Anda persiapkan untuk masing-masing kelompok, adalah :

1. Kabel UTP dengan panjang minimal 10 meter.

2. Konektor RJ45 dengan jumlah minimal 12 buah

3. 4 buah komputer PC atau laptop dengan masing-masing telah terpasang network card.

4. Crimping tool (tang) 1 buah

5. Swicth atau HUB minimal 8 port sebanyak 1 buah

6. Tester kabel 1 buah

¯ Selanjutnya selama 25 menit jelaskanlah pemanfaatan jaringan komputer untuk pembelajaran, yang meliputi layanan jaringan komputer dan perangkat jaringan pada jardiknas

¯ Selanjutnya peserta ditugasi untuk mengerjakan latihan praktek dan diskusi selama 30 menit

Pada latihan dan diskusi ini, diharapkan peserta telah memahami prinsip-prinsip kerja dari berbagai macam layanan yang ada di Jardiknas serta bagaimana tahapan-tahapan untuk dapat menjalankannya.

Keperluan perangkat pendukung :

1. Komputer PC atau laptop

2. Koneksi Jardiknas

Untuk memastikan bahwa Jaringan yang digunakan adalah bagian dari Jardiknas dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :

1. Mengkonfirmasikan kondisi jaringan setempat dengan kepada administrator jaringan setempat

2. Melakukan tes koneksi dengan cara sebagai berikut :

a. Buka command prompt (versi Windows) atau shell di LINUX

b. Lakukan perintah tracert atau traceroute ke situs atau ip tertentu

c. Perhatikan hasil perintah tracert atau tracerroute, apakah terdapat IP dengan prefix atau awalan 118. didalam network Saudara.

d. Jika network Saudara tidak masuk dalam VPN Jardiknas, Saudara dapat memilih layanan yang bersifat publish antara lain (akses internet, hosting, akses aplikasi e-learning atau e-administration)

e. Jika network Saudara masuk kedalam VPN Jardiknas, Saudara dapat memanfaatkan layanan seperti Video Conference disamping layanan lain seperti pada point.d

f. Untuk mengetahui bahwa network Saudara langsung terhubung kedalam perangkat utama Jardiknas, saudara dapat melihat IP yang terdapat pada perangkat router yang terpasang. Pada perangkat tersebut tertempel informasi IP LAN dan IP WAN, serta gateway yang harus diset.


3. Pemanfaatan TVe dalam Pembelajaran ( 4 x 45 menit)

¯ Jelaskan selama 10 menit, perkenalkan apa dan bagaimana Siaran Televisi Edukasi

¯ Selanjutnya selama 15 menit, diskusikan Siaran TVE untuk menyamakan persepsi para peserta

¯ Jelaskan dan praktekkan Pola-Pola Pemanfaatan Siaran TVe, mulai dari, Pola Klasikal, Pola Kelompok, dan Pola Individual, selama 20 menit

¯ Jelaskan selama 20 menit Langkah-langkah Pemanfaatanmeliputi bagaimana persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut

¯ Jelaskan dan praktekkan bagaiamana memanfaatkan Bahan penyerta bagi guru dan bagi siswa serta bagaimana pemanfaatan buku kerja siswa. Kegiatan ini dilaksanakan selama 20 menit

¯ Jelaskanlah selama 10 menit, sarana pendukung, hardware yang diperlukan untuk mengikuti siaran TVe dan bagaiamana cara mengatasi gangguan penerimaan siaran TVe

¯ Jelaskan kepada peserta bagaimana menangkap siaran TVe serta bagaimana mengeset parabola yang mengarah ke satelit serta pencarian channel dan penambahan channel. Kegiatan ini berlangsung selama 45 menit

¯ Selama 45 menit praktekkan pemanfaatan siaran Tve untuk pembelajaran

4. Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran ( 6 X 45 menit)

Modul ini terbagi menjadi dua kegiatan, dengan harapan, Anda lebih mudah dalam mempelajarinya. Kegiatan pertama, membahas meteri tentang konsep internet, potensi internet untuk pembelajaran, dan hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan lebih jauh internet. Sedangkan kegiatan kedua, tentang pemanfaatan internet, sebagai media komunikasi, yaitu penggunaan e-mail, dan chatting.

Karena materi ini lebih banyak kepada praktek, ketika pelatihan dialksanakan masing-masing peserta harus difasilitasi dengan sebuah komputer yang link atau tersambung dengan internet.

¯ Jelaskanlah apa dan bagaimana Internet selama 20 menit. Ingat ketika memperkenalkan internet tersebut Anda harus menuntun peserta bagaimana membuka internet

¯ Selama 30 menit praktekkan dan jelaskan bagaimana Browsing dengan internet

¯ Selanjutnya selama 30 menit praktekkan dan jelaskan bagaimana Searching dan bagaimana menggunakan searching engine

¯ Setelah searching dipahami, jelaskan dan praktekkan bagaimana membuka dan menggunakan E-mail. Kemudia mintalah para peserta membuka Account pribadi dan mereka berpraktekkan mengirimkan email kepada rekan-rekannya sesama peserta pelatihan. Amati dan bimbinglah masing-masing peserta terutama yang mengalami hambatan. Kegiatan ini Anda dapat laksanakan selama 90 menit

¯ Setelah peserta paham bagaimana menggunakan email, selanjutnya jelaskanlah dan praktekkan bagaimana melakukan chatting dengan sesama peserta. Amati dan bimbing masing-masing peserta terutama yang mengalami masalah. Praktek chatting ini berlangsung selama 90 menit

5. Pemanfaatan Multi Media Dalam Pembelajaran ( 4 x 45 menit)

¯ Jelaskan secara singkat (10 menit) apa dan bagaimana Multi Media

¯ Jelaskan selama 15 menit manfaat Multi Media

¯ Mintalah peserta mendiskusikan manfaat Multi Media selama 15 menit, Lalu simpulkan hasil diskusi peserta.

¯ Jelaskan secara gambalang Tools pengembangan Multi Media, bagaimana produksi dan bahasa pemograman, jenis produk, perusahaan, serta kelebihan dan keuntungan masing-masing produk tersebut. Kegiatan ini dapat dilangsungkan selama 20 menit.

¯ Selama 20 menit mintalah para peserta berdikusi tentang tools pengembangan, tetapi fokuskan fokuskan diskusi pada perbedaan perangkat lunak propierity dengan open source

¯ Jelaskan selama selama 12 menit GUI dan komponen-komponennya.

Ingat, Jelaskan juga berbagai perangkat lunak pembelajaran yang memanfaatkan GUI

¯ Jelaskan selama 25 menit karakteristik media dalam Multi Media. Beri kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi untuk lebih memahami penjelasan Anda

¯ Jelaskan secara gamblang tentang Distribusi program Multi Media. JANGAN LUPA berikanlah pandangan objektif tentang SO yang open source. Jelaskan pula tentang keuntungan dan kekurangannya. Kegiatan ini dapat dilakukan selama selama 15 menit. Lanjutkan selama 10 menit diskusi tentang distribusi program Multi Media

¯ Jelaskan dan berikanlah praktek pemanfaatan Multi Media untuk pembelajaran selama 50 menit.

6. Pemanfaatan Edukasi Net ( Waktu : 6 X 45 Menit)

Modul e-dukasi.net ini merupakan bagian dari modul pelatihan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) meliputi jaringan dan konten dalam pembelajaran dengan sasaran peserta pelatihan guru.

¯ Jelaskan selama 20 menit konsep dan manfaat e-dukasi.net, pengertian, tujuan,manfaat, perangkat Pendukung,

¯ Jelaskan dan praktekkan fitur-fitur dan layanan e-dukasi.net, serta trouble shooting selama 90 menit

¯ Jelaskan dan praktekkan peralatan (hardware dan software) yang diperlukan dalam mengakses e-dukasi.net, selama 30 menit

¯ Praktekkan cara pemanfaatan e-dukasi.net selama 90 menit, model dan pola pemanfaatan e-dukasi.net, langkah-langkah pemanfaatan e-dukasi.net

¯ Jelaskanlah bagaimana cara menentukan pola pemanfaatan e-dukasi.net sesuai dengan kondisi dan keterbatasan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan selama 40 menit.

7. Pemanfaatan Audio dalam Pembelajaran ( 2 x 45 menit termasuk praktek)

¯ Jelaskan selama 7 menit pengertian media audio dan radio, serta karakteristik media audio dan radio,

¯ Selama 3 menit berikut jelaskan jenis-jenis penyimpanan file media audio,

¯ Jelaskan model radio streaming, selama 5 menit

¯ Lanjutkan dengan menjaskan model/ pola-pola pembelajaran melalui media audio, selama 5 menit

¯ Jelaskan dan Praktekkan langkah-langkah pemanfaatan media audio untuk pembelajaran, selama 10 menit

¯ Selama 20 menit mintalah beberapa orang untuk praktek memanfaatkan media audio dalam pembelajaran, dan Jangan lupa peserta yang lain diminta memberi masukan atas presentasi yang diamati

¯ Selama 10 menit, Simpulkan penyajian pemanfaatan media audio dalam pembelajaran yang ideal atas presentasi peserta.


8.
Pembuatan Media Presentasi ( 6 x 45 menit)

Materi utama yang dibahas dalam modul ini adalah langkah-langkah pembuatan media presentasi, yaitu perencanaan, penulisan naskah, produksi, peer review dan revisi serta finalisasi. Sebagai penunjang, dalam modul ini juga diperkenalkan beberapa perangkat lunak (software aplikasi) yang dapat digunakan serta prinsip-prinsip dasar pembuatan media presentasi.

Dengan mempelajari modul ini diharapkan Anda mampu mengembangkan bahan media presentasi yang menarik dan efektif untuk pembelajaran. Lebih dari itu, diharapkan juga Anda akan dapat menularkan kemampuan Anda itu kepada para guru lain yang menjadi sasaran akhir pelatihan pemanfaatan TIK.

Untuk memudahkan Anda menggunkan modul ini untuk pelatihan, sebaiknya terlebih dahulu Anda mempersiapkan hadware dan software pendukung pembuatan media presentasi, misalnya seperangkat komputer multimedia dengan spesifikasi: minimal setingkat Pentium II , Memory minimal 256 Mb, Harddisk 1 Gb, sedapat mungkin dilengkapi dengan speakers aktif, dan monitor ukuran 640 x 480 pixels dengan warna 16 bit. Sedangkan untuk software pendukungunya Anda bisa menggunakan Operating Sistem (OS) apa saja seperti Linux atau Windows. Kemudian jenis software aplikasi bisa Anda gunakan Program OpenOffices seperti Program Impress atau Microsoft PowerPoint XP 2003.

Ingat, isi modul ini bersifat praktis dan mengajak Anda untuk banyak melakukan aktifitas selama pelatihan. Tujuannya, agar peserta pelatihan dapat benar-benar menguasai kompetensi yang diharapkan dari modul ini.

¯ Jelaskan pengertian dan jenis-jenis media presentasi Perkenalkan beberapa perangkat lunak (software aplikasi) yang dapat digunakan dalam media presentasi selama 20 menit

¯ Selama 30 menit prinsip-prinsip dasar pembuatan media presentasi untuk pembelajaran. Tekankan juga kejelasan, kesederhanaaan, harmony, daya tarik, dan tampilkan contoh-contoh yang sesuai.

¯ Selanjutnya jelaskanlah langkah-langkah pembuatan media presentasi untuk keperluan pembelajaran. INGAT Jelaskan prinsip desain tampilan: (komposisi, warna, template, huruf, dll. Kegiatan ini dilaksanakan selama 30 menit

¯ Bimbinglah peserta untuk Praktek membuat media presentasi untuk pembelajaran, selama 120 menit. Jangan lupa bagaimana pembuatan Hypertext dan hyperlink, pengolahan gambar, video, audio, animasi, test dan pembuatan tombol.

¯ Setelah praktek mintalah beberapa peserta menyajikan hasil kerja mereka sementara itu yang lainnya memberi masukan atas karya dan cara penyajiannya. Ini dilaksanakan selama 50 menit

¯ Selama 20 menit praktek Upload ke Jardiknas

9. Strategi Pembelajaran Berbasis TIK ( 2 X 45 menit)

¯ 5 menit pertama jelaskan perbandingan model pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis TIK, dan tanyakan model pembelajaran mana yang lebih efektif dan menarik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Diskusikan sejenak mengana hal itu lebih menarik dan lebih efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran

¯ 10 menit berikunya jelaskan ciri khas model pembelajaran berbasis TIK: independent learning problem-based, colaborative-based, etc. Mintalah peserta untuk memberikan contoh bagaimana hal yang mencirikan tersebut bias terjadi.

¯ 5 menit berikutnya jelaskan Langkah-langkah pengembangan strategi pembelajaran Berbasis TIK. Setelah itu selama 20 menit mintalah peserta berlatih mengembangkan strategi secara Individual. Selanjutnya selama 15 menit Review pekerjaaan 2 atau tiga orang untuk menyajikan dan ditanggapi oleh peserta lainnya.

¯ Sampaikan melalui Video Show Contoh-contoh pembelajaran berbasis TIK (hasil pelatihan di Chiang Mai) 15 menit dan mintalah peserta membandingkan dengan hasil rancangan mereka secara individual dan diskusikan selama 10 menit

¯ Jelaskan selama 5 menit, Kondisi Prasyarat (Hard/software, SDM, Akses, Kebijakan Sekolah, Budaya) yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK

¯ 10 menit kemudian jelaskanlah jenis-jenis TIK; fungsi TIK; karakteristik TIK; potensi TIK dalam pembelajaran.

¯ 10 menit berikutnya berikan lembar verja lepada peserta untuk menjawab pertanyaaan tentang jenis-jenis TIK; fungsi TIK; Karakteristik TIK; dan potensi TIK dalam pembelajaran

¯ 5 menit bersama-sama peserta dan teman sejawat review lembar verja tersebut.

¯ 5 menit sampaikan contoh-contoh kasus implementasi TIK di negara lain atau sekolah maju dan berikan desempatan lepada peserta untuk menyampaikan contoh yang mereka ketahui

¯ 10 menit sampaikan inisiatif dan program Departemen Pendidikan Nasional dalampendayagunaan ICT dan pembelajaran dan diskusikan sampai sejauh mana program tersebut dimanfaatkan oleh peserta sebagai guru dalam proses pembelajaran

¯ 8 menit sampaikan faktor pendudukung dan penghambat pemanfaatan ICT dalam pembelajaran dan beri desempatan lepada peserta untuk mendiskusikan pendudkung dan penghambat yang dialami peserta di sekolah mereka.

¯ 7 menit Diskusikan secara menyuluruh tenatng materi-materi yang telah disampaikan dan ajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui sampai sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

¯ 5 menit terakhir gunakan untuk menyimpulkan materi yang telah didiskusikan dan sekaligus menutup sesi I.

10. Pengembangan Rencana Pembelajaran Berbasis TIK ( 4 x 45 menit)

¯ Jelaskan selama 10 menit pembelajaran yag mengintegrasikan TIK dengan pembelajaran yang tidak mengintegrasikan TIK. Tekankan pada unsur-unsur penting yang membedakan pembelajaran yang mengintegrsikan TIK atau bukan.

¯ Mintalah peserta berlatih selama 30 menit menganalisis dan mengidentifikasi aktifitas pembelajaran dalam statu RPP yang dapat diintegrasikan dengan TIK

¯ Jelaskanlah selama 20 menit keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan masyarakat abad 21.

¯ Jelaskan selama 25 menit peran guru dalam membangun keterampilan abad 21 melalui pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran.

¯ Jelaskan 25 menit peran integrasi TIK dalam proses pembelajaran bagi siswa maupun guru.

¯ Selama 60 menit mintalah peserta praktek/berlatih membuat lesson plan yang terintegrasi dengan TIK

Selamat bertugas dan berlatih

Sumber : PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PELATIHAN (PUSTEKOM 2008)

Senin, 20 April 2009

Ancaman keamanan informasi dalam TIK

Dalam era teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keamanan informasi mempunyai banyak ancaman baru yang pada era sebelumnya belum pernah ada.

10 ancaman terhadap keamanan informasi yang sering terjadi berdasarkan urutan yang dibuat oleh PC Magazine edisi April 2007 :

1. Social engineering

Social engineering bisa juga diartikankan sebagai intelijen manusia. Sehingga ancaman keamanan informasi nomor satu adalah manusianya. Ya ! orang-orang yang bersentuhan dengan informasi penting dan rahasia tersebutlah yang berpotensi untuk membocorkannya. Potensi kebocoran informasi berada pada si pembuat, si pengguna, si pengolah, si pendistribusi dan/atau si penyimpan informasi.

Kebocoran informasi akibat kegiatan sosial ini kadang disengaja untuk maksud tertentu, namun lebih sering tidak disengaja akibat orang tersebut terpancing dalam suatu pembicaraan atau kegiatan atau argumen tertentu atau blackmail.

2. Identity theft

Di kehidupan sehari-hari, tidak mungkin seseorang berjalan di muka umum dengan topeng wajah orang lain tanpa diketahui. Namun di dunia digital hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah.

Identity theft atau pencurian informasi tentang identitas kita dapat dilakukan melalui komputer off-line, jaringan LAN dan internet maupun melalui transaksi-transaksi dikehidupan sehari-hari. Saat ini hipnotis dapat juga dimasukkan sebagai salah satu cara pencurian identitas.

Motif pencurian identitas biasanya adalah uang, namun tidak tertutup kemungkinan motif lain yang bersifat pribadi, politik ataupun bisnis.

3. Spyware dan trojans

Spyware dan trojan horse adalah program komputer yang biasanya tanpa sengaja terinstal untuk melakukan perusakan, penyalinan dan/atau pengintipan aktifitas sebuah komputer, sehingga segala aktifitas kita saat menggunakan komputer dapat dipantau, di-copy atau didalangi dari tempat lain.

Spyware dan trojans biasanya terinstal karena ketidak-telitian pengguna komputer saat meng-klik suatu pop-up atau browsing internet.

4. Virus dan worm

Virus dan worm adalah sebuah program komputer aktif yang biasanya tersembunyi dan membahayakan karena bersifat merusak komputer. Virus dapat menginfeksi program komputer lain dan/atau file data serta dapat terdistribusi ke komputer lain dengan membonceng pendistribusian file/program lain.

5. Adware

Adware adalah kependekan dari advertising software, yaitu sebuah program yang dibuat untuk mengiklankan sesuatu yang dapat secara otomatis tampil dalam web browser atau pop-up. Adware bisa ter-download tanpa sengaja bila kita tidak teliti saat meng-klik iklan yang tampil dalam sebuah pop-up.

6. Web exploits

Terkadang kita mendapati sebuah website yang didalamnya berisi kode-kode jahat (malicious codes) yang dapat mengeksploitasi lubang-lubang keamanan dalam sistem operasi dan program yang digunakan dalam komputer kita.

Dengan hanya dengan mengunjugi situs tersebut, komputer kita dapat terinfeksi atau dirusak olehnya.

7. Hacker attack

Hacker adalah seseorang atau beberapa orang yang ahli dan mengetahui seluk beluk komputer baik software, hardware, keamanan atau jaringannya.

Hacker sering dikonotasikan sebagai penjahat di dunia komputer. Namun sesungguhnya tidak semua hacker melakukan kejahatan, terdapat pula hacker yang memang berfungsi sebagai peneliti dan pengembang dengan cara menelusuri lubang-lubang keamanan sebuah software atau jaringan komputer.

8. Wireless attack

Dengan kehadiran prosesor dan software sistem operasi terbaru, teknologi wireless telah mulai menjadi “barang biasa”. Wireless sangat menguntungkan dari segi problem pemasangan kabel dan kabel yang semrawut. Namun bila tidak hati-hati, seseorang dalam jangkauan area wireless tersebut dapat “mencuri” bandwidth kita. Bahkan orang tak dikenal tersebut dapat menjelajahi komputer dalam jaringan wireless tersebut, sebab orang tak dikenal itu berada “didalam” jaringan.

9. Phishing mail

Phising mail adalah sebuah email yang seolah-olah dikirim dari bank tempat kita menyimpan uang, dari situs tempat kita membeli barang secara on-line dan lain-lain yang mirip-mirip seperti itu.

Bila kita log-in kedalam situs gadungan tersebut maka situs itu akan mencuri username dan password yang akan merugikan kita.

10. Spam mail

Spam mail atau junk mail atau bulk mail biasanya berupa e-mail yang dikirim secara serentak ke beberapa alamat yang berisi pesan penawaran, tipuan dan lain-lain yang biasanya kurang berguna bagi penerimanya.

Tips singkat dan mudah untuk menghindari ancaman tersebut adalah : (a) jangan gunakan program yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal; (b) bacalah peringatan keamanan yang muncul sebelum meng-klik-nya; (c) gunakan password dengan benar; (d) gunakan program firewall, antivirus, antispyware, antispam yang baik dan selalu diperbaharui; (e) back-up file-file penting dalam sebuah media eksternal dan simpan ditempat yang aman; (f) berhati-hatilah saat meng-klik sebuah situs yang dirujuk dalam sebuah e-mail; serta (g) gunakan sistem penyandian yang baik untuk melakukan koneksi wireless ataupun menyimpan dan mendistribusikan data.

Akhirnya, kesadaran tentang pengamanan informasi akan sangat berguna untuk mencegah terjadinya kebocoran informasi akibat ancaman-ancaman tersebut.

Sumber : Hadiwibowo

Jumat, 17 April 2009

Virus di Blog Anda?


Apakah Anda tahu bahwa virus dapat menjangkiti computer kita dengan mengunjungi blog lain? Apakah Anda tahu virus dapat menjangkiti blog? Saya berharap Anda peduli terhadap komputer Anda. Instal antivirus dan antispyware untuk memberi proteksi/perlindungan komputer Anda dan untuk browsing yang lebih terjamin install Firefox dengan Google Toolbar.

Suatu hari saya terkejut, karena satu diantara pengunjung blog saya mempunyai blog yang isinya mengandung pornografi. Dengan cepat, saya menghapus Cbox saya dan membuat Cbox (buku tamu) baru. Kemudian saya menscan komputer dengan norton antivirus. Berhati-hatilah dengan pengunjung Anda yang meninggalkan pesan di Cbox/Shoutbox, mugkin blog itu mengandung virus atau spyware.

Pengguna blog semakin banyak dan hampir semua orang punya blog, dari anak-anak sampai dewasa, tukang ojek sampai karyawan. Tentu saja dengan semaraknya para pemakai blog akan menjadi lahan yang bagus bagi pencipta virus untuk menyusupkannya.

Dimanakah malware itu akan disusupkan?Apabila Anda perhatikan sekarang banyak sekali blog yang mempunyai konten pornografi, dan ini sengaja disuguhkan. Tentu saja sasarannya adalah pemakai internet yang suka mengunjungi situs pornografi, termasuk sasarannya anak-anak. Dengan cara inilah mereka sengaja ingin menarik pengunjung sebanyak-banyaknya dari situlah mereka akan mendapat keuntungan dengan iklan yang di pasang.

Seperti yang saya tulis di blog saya sebelumnya di sini bahwa. 42 persen dari para pemakai Internet berumur 10 sampai 17, kebanyakan dengan tanpa sengaja melihat di website yang secara eksplisit mengandung unsur seksualitas ketika surfing di internet selain itu, kerugian kedua adalah keamanan komputer Anda dari virus. Pc Media memberitakan bahwa blogger.com telah dipenuhi oleh banyak situs phising, banyak pengguna situs ini telah terinveksi code berbahaya.

Oleh karena itu, berhati-hatilah dan awasilah anak-anak Anda dalam memakai internet, kalau perlu Anda install software proteksi pornografi seperti Naomi. Untuk keamanan komputer Anda install dan selalu update antivirus Anda, sehingga kemungkinan terinveksi virus kecil. Untuk antivirus gratis bisa lihat disini, untuk yang berbayar lihat di sini
Harapan saya, para pembuat blog yang mempunyai kontent pornografi atau yang sengaja menyuguhkan kontent pornografi sadar bahwa tindakannya dapat meracuni masa depan Anak, saudara-saudara kita sendiri dan bertentangan dengan Keinginan Tuhan. Marilah kita membuat blog dengan soleh. Jangan korbankan anak-anak, Saudara-saudara kita untuk kepentingan diri sendiri. Apabila Anda percaya Rezeki itu pasti akan datang apabila kita selalu berjalan sesuai dengan kehendak-Nya.